Yuk Intip Negara Mana Saja yang Sudah Mengadopsi PLTA

Yuk Intip Negara Mana Saja yang Sudah Mengadopsi PLTA

Pembangkit Listrik Tenaga Air/PLTA Batangtoru yang akan beroperasi pada 2022 nanti tentu saja bukan yang pertama hadir di Indonesia. Tercatat puluhan PLTA sudah terlebih dahulu beroperasi di tanah air dimana PLTA Tonsea Lama di Minahasa, Sumatera Utara, menjadi pembangkit listrik tertua di bumi pertiwi ini. PLTA ini dibangun pada 1912.

Jika kalian menganggap PLTA Tonsea Lama sudah sangat berumur, ternyata generasi awal PLTA di dunia sudah mulai dipakai pada 1878 di Northumberland, Inggris. Ketika itu, air dipakai untuk menyalakan sebuah lampu di sebuah rumah di Cragside, Northumberland.

PLTA mulai merambah benua Amerika Utara pada tahun 1880an. Sebagai contoh, PLTA mulai dipakai di Grand Rapids, Michigan, Amerika Serikat pada 1880; Ottawa, Ontario, Kanada (1881); Dolgeville, New York (1881) dan air terjun Niagara, New York (1881). Saat itu, PLTA sangat membantu untuk memasok penggilingan dan menyinari beberapa bangunan setempat.

Pada pergantian menuju abad ke-20, teknologi PLTA makin menyebar ke seluruh dunia dimana Jerman memproduksi sistem hidro elektrik tiga fase pertama pada 1891. Australia tak mau ketinggalan. Negara ini merilis PLTA milik publik pertamanya di selatan Hemisphere pada 1895, tulis www.hydropower.org.

Pada 1905, pusat PLTA dibuat di Taipei atau Taiwan dengan kapasitas terpasang 500 kW. Lalu diikuti oleh Tiongkok yang membangun pusat PLTA pertamanya di dataran Tiongkok, yakni Shilongba, di provinsi Yunan pada 1910.

Pada pertengahan pertama abad ke-20, AS dan Kanada memimpin penggunaan PLTA. Dengan kapasitas 1.345 MW saat itu, bendungan Hoover di sungai Colorado menjadi PLTA terbesar di dunia pada 1936, yang lalu disalip oleh bendungan Grand Coulee dengan kapasitas 1.974 MW saat itu di Washington pada 1942.

Mulai dari 1960an hingga 1980an, PLTA dibangun besar-besaran di Kanada, Uni Soviet dan Amerika Latin. Dalam beberapa dekade terakhir, Brasil dan Tiongkok merajai pembangunan PLTA. Bendungan Itaipu, yang membentang antara Brasil dan Paraguay, dibuka pada 1984 dengan kapasitas 12.600 MW lalu ditambah menjadi 14 ribu MW. Kini ia hanya kalah secara ukuran kapasitas dari bendungan Three Gorges yang berkapasitas 22.500 MW di Tiongkok pada 2008.

Menuju abad ke-21, PLTA terus mendorong pertumbuhan di seluruh dunia. Misalnya, PLTA turut membantu Brasil mencapai status sebagai negara dengan Produk Domestik Bruto terbesar ke-7 di dunia pada 2012, berkat pertumbuhan ekonomi yang pesat antara tahun 2000 dan 2010 dimana Produk Domestik Bruto-nya hanya kalah dari AS dan Tiongkok.

Semoga PLTA Batangtoru akan banyak berkontribusi pada ekonomi warga setempat dan Indonesia pada umumnya nanti.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *