Titik Api Terpantau di Hutan Batangtoru

Titik Api Terpantau di Hutan Batangtoru

Kebakaran hutan terjadi lagi di hutan Sumatera. Setidaknya ada tiga titik api  yang terpantau oleh satelit Badan Meteorologi dan Geofisika, yang salah satunya berada di hutan Batangtoru.

Hal ini diungkap oleh peneliti dari BMKG Wilayah I Medan, Nora Valencia. Dia menyebut ada tiga titik api. Selain di Batangtoru ada juga di Balige Kabupaten Toba Samosir, ada juga di Humbang Hasundutan Kabupaten Sijama Polang dan kawasan Batangtoru.

“Titik terpanas ada di Tapanuli Selatan yang terpantau mencapai 79 persen, tepatnya di Batangtoru. Sedangkan di wilayah lain, masih di bawah itu,” ujar Nora.

Beruntung, kata Nora, panasnya titik api di Kabupaten Toba Samosir sudah menurun, meskipun masih berada di atas 50 persen. Sedangkan di Humbang Hasundutan, titik panas terpantau di Kecamatan Sijama Polang sebesar 74 persen. 

“Di Toba Samosir, tepatnya di Kecamatan Siantar Narumonda, titik panasnya sekitar 30 persen. Lagipula hujan akan segera turun di kawasan tersebut,” katanya.

Belum diketahui dengan pasti luas rambatan api dalam kebakaran hutan di beberapa wilayah tersebut. BMKG pun berharap pada turunnya hujan, yang dipastikan bisa mengurangi dampak dan meluasnya titik api.

Beberapa hal yang dilakukan oleh BMKG adalah dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Bahkan mereka mengklaim telah menerjunkan lebih dari 100 petugas untuk memadamkan, atau setidaknya mengurangi perluasan titik api. Tidak lupa juga mengandalkan Water Bomb milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau.

Salah satu teknik yang dikenal oleh para polisi hutan untuk menghalau meluasnya titik kebakaran adalah dengan melakukan smoldering. Mereka akan membuat parit sebagai pembatas agar api tidak menjalar kemana-mana. Jika tidak membuat parit, biasanya semak belukar atau pepohonan akan dibabat sehingga lidah api tidak akan menjilat pepohonan lainnya dan mengakibatkan kebakaran merembet.

Namun cara lain yang pernah dilakukan pihak pemadam kebakaran hutan adalah dengan melalui udara. Tepatnya menggunakan helikopter, yang membawa air. Air itulah yang akan dilepas dari udara sehingga bisa menyiram kebakaran hutan dari atas.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *