Tiga Hal yang Patut Diketahui tentang Meranti Kuning Hutan Batang Toru

Tiga Hal yang Patut Diketahui tentang Meranti Kuning Hutan Batang Toru

Hutan Batang Toru sudah lama diketahui menjadi rumah bagi banyak satwa liar langka dan juga tanaman yang tak kalah jarangnya ditemui. Salah satu dari tumbuhan tersebut adalah meranti kuning atau shorea hopeifolia. Dari namanya sudah bisa dipahami bahwa meranti kuning merupakan salah satu anggota dari keluarga meranti, yang masuk ke dalam genus shorea dan family dipterocarpaceae. Istilah meranti berlaku bagi salah satu dari sejumlah besar spesies shorea sekaligus merupakan genus kayu yang paling sering ditemukan di Malaysia, Indonesia, Filipina dan Thailand.

Seperti diambil dari manfaat.co.id, meranti merupakan sejenis kayu enteng dengan batangnya yang merah muda, coklat muda dengan gubal sebagai varian ringan dan biasanya bersemburat abu-abu. Meranti mempunyai tekstur yang kasar tetapi bijinya saling bertautan. Lalu, bagaimana dengan meranti kuning sendiri. Yuk disimak!

1. Mempunyai dua ‘saudara’, meranti merah dan putih

Meranti kuning ternyata mempunyai dua ‘saudara’ yang mirip, yakni meranti merah dan putih. Meranti merah mempunyai tekstur kasar dengan butir lurus atau saling bertautan. Meranti merah cenderung gelap kemerahan mau pun coklat keunguan dengan garis putih resin. Ia bisa tumbuh dimana pun, kecuali pada lahan dengan kontur tanah liat. Sedangkan meranti putih mempunyai permukaan kayu yang agak licin dengan tekstur agak kasar dan mengandung silika. Meranti putih mempunyai serat lurus, bergelombang mau pun terpadu. Ia banyak digunakan untuk plywood, peti, korek api dan alas sepatu. Meranti putih banyak ditanam di hutan hujan tropis dengan tipe curah hujan A dan B.

2. Banyak dipakai sebagai bahan perabot

Seperti halnya meranti putih, meranti merah banyak dimanfaatkan untuk plywood, perabot interior hingga konstruksi bangunan meski meranti kuning sebenarnya termasuk jenis kayu yang tidak berdaya tahan lama atau cepat membusuk. Secara fisik, meranti kuning berwarna kuning kecoklatan dan bisa berwarna gelap saat sudah berusia senja. Ia mempunyai tekstu kasar dengan pori-pori besar. Butuh ketekunan dan keahlian tertentu untuk menggarap produk menggunakan meranti kuning sebab ia mengandung silika yang membuat proses pengerjaannya sedikit sulit, bahkan bisa menumpulkan alat kerja.

3. Masuk ke dalam status kritis

Meranti kuning dan banyak jenis tumbuhan lainnya oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources termasuk ke dalam kategori kritis atau critically endangered sehingga memerlukan perhatian khusus untuk melestarikannya agar ia bisa dinikmati oleh anak dan cucu kita nanti.

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *