Sekelumit tentang Pasar Batangtoru, Denyut Niaga Warga Lokal

Sekelumit tentang Pasar Batangtoru, Denyut Niaga Warga Lokal

Sudah dari zaman dahulu pasar menjadi jantung perniagaan penduduk dimana pun mereka tinggal, tidak terkecuali bagi masyarakat kecamatan Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Penduduk Batangtoru yang begitu diberkati dengan anugerah alam luar biasa berupa perkebunan, tambang dan perikanan, memanfaatkan hari Selasa dan Jumat tiap pekannya ke pasar Batangtoru. Sedangkan Senin banyak dari mereka yang memusatkan aktivitasnya di desa Hutagodang.

Pada pekan hari Selasa dan pekan hari Jumat menjadi momen warga Batangtoru berbelanja dan menjual hasil perkebunan dan tangkapan mereka dari sungai Batangtoru. Pasar Batangtoru sendiri belum lama dibangun, yaitu kisaran tahun 2010. Pun demikian, pasar ini banyak dikunjungi warga untuk melakukan transaksi jual beli. Di sekelilingnya terdapat daerah pemukiman padat penduduk, puskesmas dan sekolah dasar. Pasar Batangtoru dibuat modern dengan bangunan kios cukup megah guna mengakomodir perniagaan kecamatan dengan jumlah warga mencapai 29.517 orang, berdasarkan sensus tahun 2012.

Berdagang merupakan salah satu mata pencaharian warga Batangtoru selain berkebun. Penduduk menanam sawit, karet dan salak yang merupakan tiga hasil perkebunan mayoritas masyarakat Batangtoru, demikian seperti diambil dari repository Universitas Sumatera Utara. Repository sendiri merujuk pada

tempat disimpannya berbagai macam program atau aplikasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa diakses publik via internet.

Masih dari sumber yang sama, setiap Selasa tiap pekannya Batangtoru akan kedatangan orang dari luar kecamatan tersebut. Pada pekan ini ada pemandangan menarik yakni “turun gunungnya” suku “NN” dari gunung untuk membeli kebutuhan mereka. Banyak perempuan dari suku ini mengangkat beras di kepala mereka plus tangan mereka memegang plastik besar. Di depan mereka ada banyak laki-laki yang berjalan tanpa membawa apa pun.

Berartinya pasar Batangtoru tidak hanya bagi warga kecamatan ini tetapi juga menimbulkan masalah yang menuai keluhan warga setempat. Tumpukan sampah yang menyebabkan bau tidak sedap serta kemacetan sekitar lokasi tersebut perlu memperoleh penanganan sigap dari pemerintah kecamatan Batangtoru.

Warga yang tidak berdagang maupun bertani memilih profesi sebagai PNS atau karyawan swasta. Di kecamatan ini pula terdapat perkebunan karet besar milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada pula perusahaan tambang emas bernama PT AR Martabe, salah satu firma pertambangan terbesar di Indonesia.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *