Mengenal Syahrul Martua, Putra Asli Pemimpin Kabupaten Tapanuli Selatan

Mengenal Syahrul Martua, Putra Asli Pemimpin Kabupaten Tapanuli Selatan

Syahrul Martua Pasaribu, pria kelahiran 20 November 1956, kembali memimpin kabupaten Tapanuli Selatan untuk periode kedua. Putra asli tanah Tapanuli ini memperpanjang tampuk kepemimpinannya di tanah kelahirannya sendiri hingga 2021 setelah memenangkan pemilihan kepala daerah pada 2015 bersama pasangannya, Aswin Efendi Siregar. Keterpilihan Syahrul memperpanjang kepercayaan warga Tapanuli Selatan yang telah dia emban mulai dari 2010 hingga 2015.

Lahir di Padangsidempuan, ayah dua orang anak ini mengenyam pendidikan tak keluar dari Sumatera Utara. Sebagaimana diambil dari Wikipedia, Syahrul menyelesaikan pendidikan di bangku SD hingga SMP di sekolah negeri di Padangsidempuan. Kemudian, ia melanjutkan sekolah tingkat atas di SMA Negeri 1 Medan. Sempat tidak tamat menyelesaikan kuliah jurusan hukum di Universitas Sumatera Utara Medan, Syahrul pantang menyerah. Ia pun kembali belajar hukum di Universitas Medan Area di Medan. Begitu selesai dengan studi sarjananya, Syahrul melanjutkan belajar di jenjang pasca sarjana dengan focus pada Studi Pembangunan di Universitas Sumatera Utara.

Sebelum menjabat sebagai bupati Tapanuli Selatan hingga dua periode, Syahrul mengawali karir politiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Medan antara 1987 dan 1997. Kemudian, Syahrul merambah sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 1999-2010 sebelum kemudian menjadi ketua fraksi DPRD Sumatera Utara antara 2004 dan 2010. Kinerjanya yang cemerlang sebagai wakil rakyat di kursi DPRD Kota Medan dan Sumatera Utara membawanya melenggang sebagai orang nomor satu di kabupaten Tapanuli Selatan hingga dua kali.

Riwayat organisasi Syahrul cukup padat dan berjenjang. Dimulai dari menjadi ketua Dewan Pengurus Daerah/DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia/KNPI Kota Medan antara 1986 dan 1989 kemudian Syahrul menjabat sebagai sekretaris DPD KNPI Sumatera Utara periode 1992-1998. Hingga sekarang pun, Syahrul masih menjadi wakil ketua DPD I Sumatera Utara sejak 2009.

Selama rentang karir politik dan pemerintahannya, Syahrul memperoleh penghargaan penting, seperti Nugra Jasadarma Pustaloka oleh Pemerintah RI (2013), Satyalancana Pembangunan oleh Pemerintah RI (2014) dan Manggala Karya Kencana oleh Pemerintah RI (2014).

 

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *