Kopi Sipirok Layak Disebut Specialty Coffee. Apa Maksudnya?

Kopi Sipirok Layak Disebut Specialty Coffee. Apa Maksudnya?

Kopi Sipirok secara perlahan berusaha memperoleh tempat di hati pencinta kopi nasional dan dunia serta menjadi pilihan kopi untuk konsumen sehari-hari. Salah satu cara yang ditempuh untuk mengukuhkan kualitas kopi Arabika Sipirok adalah dengan memperoleh pengakuan indikasi geografis (IG) yang pernah dilakukan oleh PT. North Sumatera Hydro Energy (NSHE) bekerjasama dengan LSM Ovata, sebuah lembaga yang peduli dengan kopi ini.

Hasil rata-rata pengujian pertama yang dilakukan mendapatkan nilai 82 dan pengujian terakhir yang baru dilaksanakan pada 2018 ini mendapatkan nilai 84. Artinya kelas dari kopi Sipirok ini sudah bagus dan dapat dikategorikan sebagai speciality coffee  karena nilainya di atas 80% dan sudah memperoleh indeks geografi.

Singkatnya, menurut specialtycoffee.co.id, mendapat status sebagai specialty coffee menandakan kopi tersebut mempunyai aroma dan rasa yang istimewa di atas kopi rata-rata pada umumnya.

Pemberian status specialty coffee sendiri pada mulanya digagas oleh seorang perempuan bernama Erna Knutsen yang menulis idenya dalam Tea & Coffee Trade Journal. Ia memakai istilah specialty coffee untuk menyebut kopi berkualitas premium atau gourmet. Kopi yang mendapat label specialty coffee sanggup menghadirkan kopi bermutu bagus melalui cara pengolahan yang khusus, dimulai dari mengolah kebun hingga menghasilkan biji mentah.

Petik Merah merupakan salah satu cara populer mengolah menjadi specialty coffee dimana melalui metode ini, petani kopi benar-benar memilih buah kopi yang sudah matang lalu memetiknya satu per satu. Hal inilah yang menjadikan biji kopi dari buah berwarna merah ini mempunyai mutu kelas atas.

Tentunya, sebelum memetik ranum buah merah satu per satu sebagai cikal bakal specialty coffee ini nantinya ada tahap dari dasar yang harus dilalui oleh petani kopi. Yang pertama adalah mengelola kebunnya secara organik meski tidak jarang pula ada specialty coffee yang berasal dari perkebunan non organik. Setelah itu, tentu saja melakukan petik merah alias mengambil buah kopi yang berwarna merah saja lalu memprosesnya menjadi green bean. Kemudian, memastikan total biji yang rusak tidak lebih dari 40%. Sebagai contoh, dalam 1 kilogram green bean specialty coffee tidak boleh mempunyai jumlah biji yang rusak melampaui 40 gram. Pastikan pula kopi memperoleh skor cupping test melampaui 80.

Sudah banyak kopi di dunia yang memperoleh predikat specialty coffee, yang bisa diseduh oleh penikmatnya di banyak kafe dan coffee shop di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, istilah specialty coffee begitu menggeliat dalam 10 tahun terakhir berkat rasa khas kopi nasional yang banyak pula di antaranya yang sudah melanglang buana sebagai produk ekspor di kancah internasional.

Kopi Sipirok sendiri merupakan kopi khas Sumatera Utara yang dihasilkan dari tanah Tapanuli Selatan. Kopi Sipirok memiliki kandungan yang jauh dari asam dan memiliki rasa yang begitu kuat. Dengan kandungan sedikit rasa lemon dan gula merah serta aroma cocoa tercampur jadi satu dalam seduhan kopi menjadikan kopi ini memang berbeda dan layak menyandang gelar sebagai specialty coffee.

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *