Inilah 5 Jenis Hutan Menurut Ekosistem di Indonesia

Inilah 5 Jenis Hutan Menurut Ekosistem di Indonesia

Hutan Batang Toru yang sering kami sebut dalam situs ini merupakan jenis hutan lindung yang ada di Indonesia. Status ini disematkan ke hutan ini sebab ia menjadi rumah bagi banyak tanaman dan satwa langka yang dilindungi oleh negara.

Tahukah kalian bahwa selain hutan lindung, Indonesia yang memang kaya akan hutan mempunyai jenis lain menurut ekosistem yang layak kita ketahui dan jaga kelestariannya. Menurut data dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan pada Kementerian Kehutanan pada November 2010, Indonesia mempunyai hutan seluas 133.300.543,98 hektar, dimana Papua dan Papua Barat memegang luas terbesar dengan 40,5 juta hektar.

Nah, berikut daftar hutan dengan segala ciri khas ekosistem di dalamnya sebagaimana kami sarikan dari situs okezone.com:

1. Hutan Bakau

Yang pertama adalah bertipe hutan bakau. Kita akan sering menjumpai hutan jenis ini di pantai landai dan berlumpur yang terkena pasang surut. Hutan ini mempunyai fungsi yang penting untuk menjadi tempat hidup dan berkembangbiaknya ragam tipe ikan dan udang. Selain itu, keberadaan hutan ini turut berguna dalam mencegah abrasi laut dan mempertahankan kondisi tanah.

2. Hutan Rawa

Kategori kedua yakni hutan rawa, yang merupakan rumah bagi berbagai jenis tumbuhan, misalnya beluntas, pandan dan ketapang. Tipe hutan ini sering ditemui di pantai timur Sumatra, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Selain melindungi banyak jenis tanaman penting, hutan rawa bermanfaat untuk mengurangi polusi dan pencemaran udara. Beberapa tanaman tertentu, seperti enceng gondok dan anggrek, bisa dikembangbiakkan secara apik dalam jenis hutan ini, tulis ilmugeografi.com.

3. Hutan Sabana

Sabana merupakan padang rumput dengan selingan pepohonan dan semak belukar. Di Indonesia, sabana banyak ditemui di Nusa Tenggara. Meski sepintas hanya berupa semak, sabana mempunyai banyak manfaat. Sebagai contoh, sabana dapat mencegah tanah longsor dan erosi tanah, menyeimbangkan alam dan menyimpan cadangan air.

4. Hutan Musim

Hutan ini bernama hutan musim sebab mengandung perbedaan kondisi yang cukup mencolok antara saat musim hujan dan saat kemarau. Tanaman yang ada di hutan musim saat kemarau normalnya akan meranggas sedangkan saat hujan, tumbuhan akan tumbuh lebat lagi. Seperti halnya hutan sabana, hutan musim bermanfaat untuk menyimpan air tanah dan mencegah hal-hal penyebab abrasi.

5. Hutan Hujan Tropis

Tak heran hutan jenis ini banyak ditemukan di Indonesia mengingat negara ini merupakan negara tropis yang banyak menerima sinar matahari, mempunyai curah hujan tinggi dengan suhu yang rerata tinggi.

 

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *