Sejarah Batangtoru

       Secara geografis, Batangtoru merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang terberkati dengan kekayaan alam serta biodiversitas yang beranekaragam. Hal ini tidaklah mengherankan jika kita lihat dari kontur daerahnya yang termasuk tipe hutan pegunungan rendah (900 – 1000 mdpl). Sejak jaman kolonial Belanda, daerah ini sudah terkenal dengan tanaman karetnya yang tumbuh subur serta kandungan emas yang melimpah di dalam tanahnya. Saat ini Batangtoru juga memiliki lahan perkebunan sawit yang produktif dan merupakan rumah bagi beberapa spesies khas Tapanuli Selatan seperti ikan jurung dan orang utan Pongo tapanuliensis.

Sungai Batangtoru dan Gunung Lubuk Raya (1840)

       Ditilik dari kacamata sejarah, Batangtoru merupakan sebuah daerah unik yang berada di antara jalur perdagangan kuno Angkola – Barus. Mulai abad ke-18, banyak saudagar dari Ceylon, India, Persia, Arab, serta Mesir melewati sungai Batangtoru untuk membeli komoditas di Angkola dan Barus. Sejak saat itulah daerah Batangtoru mulai diperhatikan sebagai sebuah daerah yang subur dan penuh kekayaan alam. Hingga akhirnya dibagunlah jembatan Batangtoru pada abad ke-19, seiring dengan perkembangan industri perkebunan di Batangtoru.