Antara Tapanuli Selatan, Sumatera Barat dan Mandailing

Antara Tapanuli Selatan, Sumatera Barat dan Mandailing

Dilihat dari sisi geografis, Tapanuli Selatan merupakan wilayah yang berada dalam provinsi Sumatra Utara. Namun letaknya berbatasan dengan Sumatera Barat sehingga tidak heran jika dari sisi budaya dan adat istiadat, Tapanuli Selatan sedikit berbeda dengan Sumatera Utara.

Dari segi agama, Sumatera Utara didominasi warga yang memeluk agama Nasrani, sedangkan Tapanuli Selatan sebagian besar beragama Islam karena letaknya beririsan dengan Sumatera Utara. Tidak heran jika adat dan budaya Tapanuli Selatan cukup dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam.

Di Tapanuli Selatan sangat kental dengan suku bernama Mandailing. Suku bangsa ini mendalami 3 provinsi di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau. Karena alasan demografi ini pula, pada 1925 melalui Pengadilan Pemerintah Hindia Belanda di Batavia, Mandailing diakui sebagai etnis yang terpisah dari Batak.

Selain itu, etnis Batak dianggap lebih muda dari Mandailing. Artinya, sebelum ada etnis Batak, Mandailling lebih dulu lahir. Berdasar silsilah, etnis Mandailing berasal dari Minangkabau.

Yang membedakan Mandailing dengan Batak, salah satunya adalah sistem kekerabatan, baik patrilineal maupun matrilineal. Dalam patrilineal, Mandailing juga mengenal istilah marga, namun tidak sebanyak marga yang dimiliki suku Batak. Batak memiliki sekitar 500 marga sedangkan Mandailing hanya berjumlah belasan.

Umumnya, marga-marga yang ada di Mandailing berasal dari Bugis atau Lubis. Mandailing juga membolehkan perkawinan se-marga sehingga tidak butuh penambahan marga baru. Dari belasan marga yang dimiliki etnis Mandailing di antaranya Lubis, Nasution, Harahap, Pulungan, Batubara, Hasibuan, Dalimunthe, dan lainnya.
Baca juga: Mangupa, Ritual Unik Turun Temurun Masyarakat Angkola-Mandailing

Karena Islam yang masih melekat, tidak heran jika adat dan budaya Mandailing pun cukup kental. Bahkan beberapa hal di Tapanuli Selatan kerap memiliki kemiripan dengan yang ada di Sumatera Barat.

Misalnya saja Desain rumah yang memiliki pola seperti panggung, lengkap dengan atap yang meruncing. Hanya saja di Tapanuli Selatan tidak memiliki Gojoang, atau semacam antena di setiap sudut atap. Rumah adat di Sumatera Utara dinamakan Jabu, sedangkan di Sumatera Barat dinamakan Gadang.

Di Tapanuli Selatan juga dikenal istilah Mangalap Boru. yakni menyunting mempelai perempuan sekaligus melakukan ijab kabul, yang biasanya memang hanya ada di prosesi pernikahan Islami.

Budaya yang sangat unik, ya.


Sumber ilustrasi foto: maphill.com

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *